Hit enter after type your search item
LiburanYuk!

Sebaik-baiknya Pilihan Adalah Liburan

Kuliner Tradisional Jogja yang Nikmatnya Bikin Ketagihan – Super Rekomended!

/
/
/
55 Views
img
Bagikan ke Teman Liburan
Terima Kasih Bintangnya 🙂
[Total: 0 Average: 0]

Kuliner Tradisional Jogja – Jogja bukan hanya populer akan rekreasi budayanya. Makanan ciri khas kota ini memikat dan nikmat. Pasti, tidak komplet bila bertandang kesini tanpa mencicipinya. Lantas apa dan dimanapun sich kulineran Jogja yang nikmatnya buat suka? Berikut kulineran tradisionil Jogja referensi dari kami.

Sate Klathak Pak Bari – Kuliner Tradisional Jogja

Berbeda dari sate umumnya, sajian yang dari Bantul ini mempunyai langkah mengolah yang unik. Bukan bambu, daging di tusuk dengan besi hingga sisi dalamnya turut terpanggang rata. Kulineran yang mempunyai ukuran 3x semakin besar dari sate yang lain ini gampang kamu dapatkan karena cukup terkenal. Satu di antaranya Sate Klatak Pak Bari, warung yang sempat jadi tempat shooting AADC 2.

Kuliner Tradisional Jogja

Gudeg Yu Djum

Siapa yang tidak mengenal dengan kulineran sedap dengan cita-rasa manis ini? Di balik namanya yang terkenal, rupanya penjualnya banyak. Tidaklah aneh bila banyak pelancong yang di bikin kebingungan untuk tentukan opsinya. Nach, salah satunya yang terkenal ialah Gudeg Yu Djum. Selainnya jatahnya banyak, rasa gudegnya juga tidak perlu ditanya. Selainnya dapat makan pada tempat, kamu bisa juga beli gudeg kalengan di sini. Dapat di bawa pulang untuk oleh-olehan kan?

Mie Lethek Mbah Mendes

Lethek atau letek memiliki arti kotor. Tetapi nama itu dipasangkan bukan lantaran mie-nya kotor, tetapi berwarna yang hitam pekat. Variasinya bermacam, ada yang rebus, goreng, dan digabung dengan nasi goreng. Wewangian olahan bumbu menyodok demikian bawang putih, kemiri, merica, dan garam mulai ditumis. Masakan semakin sedap plus tambahan suwir daging ayam jago kampung. Salah satunya warung mie lethek yang cukup terkenal berada di Jalan Margo Utomo No.22, Gowongan, Jetis. Namanya, Mie Lethek Mbah Mendes.

Kuliner Tradisional Jogja

Bakmi Mbah Mo – Kuliner Tradisional Jogja

Bakmi Jawa sebagai makanan ciri khas di Jawa tengah dan Jogja. Di olah simpel di atas anglo dengan bumbu rempah membuat cita-rasanya istimewa. Kulineran yang di hidangkan bersama suwiran daging ayam daerah dan telur ini benar-benar gampang di ketemukan. Salah satunya yang terpopuler ialah Bakmi Mbah Mo di Dusun Kode, Trirenggo, Bantul.

Kuliner Tradisional Jogja

Mangut Lele Mbah Marto

Sajian lokal memang menggoyang lidah. Apa lagi bila coba mangut lele racikan Mbah Marto. Kulineran nikmat ini dapat kamu dapatkan di wilayah belakang ISI Yogyakarta, persisnya Ngireng-ireng, Sewon, Pentasharjo, Bantul. Satu porsi mangut berisi nasi, sambal goreng krecek, dan lele yang dibumbui mangut. Rasanya lezat karena diolah memakai tungku sederhana.

Ingkung Mbah Kentol – Kuliner Tradisional Jogja

Jalan-jalan ke Kabupaten Bantul? Janganlah lupa mencicip Ingkung Ayam di warung Mbah Kentol. Makanan ini berbentuk ayam daerah utuh yang diikat dan ditempatkan dalam kreneng (anyaman bambu), selanjutnya diolah memakai bumbu rempah. Kabarnya, langkah mengolah ini mempunyai filosofi tertentu, yakni memupuk rasa persatuan dan sama-sama menolong di antara masyarakat satu sama yang lain. Ingin tahu dengan kulineran yang dihidangkan bersama lahapan ini, kan?

Kuliner Tradisional Jogja

Sego Abang Lombok Ijo Mbah Widji

Kuliner Tradisional Jogja – Liburan ke Jogja takut tidak berhasil diet? Tidak perlu cemas, ada warung yang sediakan menu tentunya bergizi dan unik. Namanya Warung Makan Lombok Ijo Mbah Widji yang berada di Jalan Pakem-Turi Km 1 Mangunan, Harjobinangun, Turi, Sleman. Menu yang di hidangkan berbentuk sego abang atau nasi merah dengan bermacam menu menarik. Ada ayam goreng, empal sapi, tahu dan tempe bacem, sayur pepaya, dan sambal lombok ijo. Punya niat mencoba kan?

Tengkleng Gajah – Kuliner Tradisional Jogja

Menu ini bukanlah dengan bahan daging gajah, tetapi potongan tulang kambing yang di hidangkan sama ukuran besar. Sepintas serupa dengan gulai kambing, tapi kuahnya lebih encer. Umumnya di hidangkan pada keadaan panas, dengan daging yang melekat di tulang. Salah satu warung dengan tengkleng jatah jumbo ini berada di Jalan Kaliurang KM. 9.3, Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman.

Kuliner Tradisional Jogja

Lontong Goreng Cik Tong

Bosan dengan lontong sayur atau lontong opor? Kamu harus coba kulineran di Jogja ini. Namanya lontong goreng yang ditawari oleh warung Cik Tong di Jalan Pandega Marta No.58, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kulineran ini dibikin menarik karena memakai bumbu ciri khas Sumatera. Sementara isianya tidak cuma lontong tetapi juga berisi mie kuning, bakwan, wortel, dan kacang panjang. Rasanya lezat dan kamu tidak akan menyesal sesudah cobanya.

Kicikan Pasar Wage

Kicikan sebagai makanan ciri khas Gunungkidul berbentuk daging sapi atau kambing yang diolah bersama daun kicik sebagai bumbu. Rasanya renyah bersatu manis hingga buat ingin tambah lagi. Kulineran yang mulai sangat jarang ini ternikmat di konsumsi dengan nasi nasi liwet atau tiwul. Apa lagi di dampingi sambal bawang. Nach, buat kamu yang ingin tahu dengan rasanya, coba singgah ke Pasar Wage di Wonotoro atau Pasar Pahing di Karangmojo.

Kuliner Tradisional Jogja

Kupat Gule Bang Doel – Kuliner Tradisional Jogja

Selain coba gudeg, kamu dapat coba kupat gule sebagai menu untuk makan pagi saat ada di Jogja. Kupat gule memanglah bukan ciri khas kota ini, tetapi kamu akan suka sesudah cobanya. Apa lagi bila coba bikinan Bang Doel. Sajian berbentuk potongan ketupat, telur rebus, dan suwiran ayam yang disiram dengan kuah warna merah kekuningan ini renyah, apa lagi dikonsumsi saat hangat.

Tumis Mercon Bu Narti

Kamu pencinta pedas? Tumis mercon di warung Bu Narti dapat dicoba. Tumis ini sebagai makanan yang dibikin berbahan tetelan daging sapi, kikil, gajih, kulit dan tulang yang ditumis. Perbedaannya dengan lainnya, tumis mercon diolah dengan cabai rawit dengan jumlah banyak. Saat coba, kamu akan rasakan kesannya lidah terbakar karena sangat pedasnya.

Ayam Keprek Bu Rum

Ayam keprek sebagai menu yang sedang hits di kelompok pencinta kulineran. Bahkan juga variasinya bermacam dari super pedas sampai bertabur keju mozarella. Tetapi, kamu tentu ingin tahu dengan perintis makanan ini. Kabarnya, warung Bu Rum yang berada ke Jalan Wulung Lor, Papringan, Depok, Sleman jadi perintis ayam goreng yang di ulek bersama sambal ini. Menariknya, ayam keprek di sini di hidangkan bersama kuah tongseng segar. Jadi ngiler kan?

Gudangan

Kuliner Tradisional Jogja – Selain bertandang ke kabupaten-kabupaten di Jogja, janganlah sampai melewati peluang untuk keliling kota. Singgah saja ke Pasar Beringharjo karena di sini banyak kulineran tentunya mengenyangkan dan nikmat. Satu diantaranya ialah gudangan yang disebut makanan berisi bermacam sayur rebus dan sambal kelapa parut. Supaya lebih gampang mendapatinya, masuk dari pintu selatan. Letak penjual gudangan tidak jauh dari pintu itu.

Jenang Gempol Bu Gesti

Tak cuma Beringharjo, kuliner di Pasar Lempuyangan membahagiakan. Apa lagi bila coba jenang bikinan Bu Gesti. Jajan nikmat yang berbentuk jenang sumsum putih, jenang sumsum manis, jenang mutiara, dan jenang candil ini di hidangkan di atas pincukan daun pisang. Rasanya harga dapat di jangkau dan nikmat. Menariknya, kulineran ini jadi favorite presiden sebelumnya, loh.

Mides Pundong Bu Yanti

Mides atau Bakmi Pedes sebagai kulineran ciri khas Pundong, Bantul. Makanan berkuah ini terbagi dalam mie yang di buat dari tepung tapioka atau ketela. Ukuran semakin besar dan mempunyai struktur kenyal. Seperti bakmi jawa, masakan ini di olah memakai telur plus tambahan ketimun dan kol. Rasanya buat suka dan renyah. Salah satunya yang setia menyuguhkan menu ini ialah warung Bu Yanti di Dusun Srihardono, Pundong.

Rujak Es Pak Nardi – Kuliner Tradisional Jogja

Setelah cemilan, waktunya mencoba minuman beri kesegaran dan nikmat. Satu di antaranya rujak es cream Pak Nardi di teritori Pakualaman, lebih persisnya ada di segi barat tembok luar Pura Pakualaman Yogyakarta. Kulineran ini unik karena sebagai kombinasi di antara es, buah, dan bumbu rujak. Rasanya pedas, asam, asin, manis, dan renyah yang buat ketagihan. Tentu saja, rujak es cream ini jarang-jarang di ketemukan di kota lain.

Kopi Joss Angkringan Lik Man

Kalau ke Yogyakarta luangkan kongkow di Angkringan, melahap sego kucing dan bermacam gorengan sambil nikmati situasi Malioboro pada malam hari. Salah satunya yang banyak di kenali sebagai perintis angkringan di kota ini ialah Angkringan Lik Man. Menu sebagai unggulan di sini yaitu kopi hebat, yakni seduhan kopi yang di rendami arang saat lagi membara. Datangi saja di Jalan Wongsodirjan untuk menikmatinya.

Cemilan Geblek di Kulon Progo

Camilan tradisionil Jogja banyak, terhitung geblek. Makanan ini dibuat dari tepung tapioka dan bumbu bawang yang dimasak. Berwarna putih bersih dan benar-benar terkenal di Kulon Progo. Umumnya, jajan ini di hidangkan bersama dengan kopi hangat. Nach, kamu yang ingin tahu dengan rasanya, singgah saja ke beberapa pasar tradisionil di Kulon Progo. Sekaligus liburan ke Kalibiru dan tempat wisata kece lainnya.

Serabi Kocor Bu Ngadinem

Jika Solo punyai Serabi Notosuman, beda hal dengan Jogja. Cemilan nikmat yang ramai di cari konsumen ini ialah Serabi Kocor Bu Ngadinem yang berada di Jalan Bantul Km. 6, Desa Nyemengan, Dusun Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan. Warung jajan ini simpel, tetapi jajan yang dijajakan istimewa. Apa lagi kucuran gula merah dan susu kental. Menariknya kembali, serabi ini di olah simpel di atas anglo dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

Sowak atau Sop Iwak – Kuliner Tradisional Jogja

Sop Iwak sebetulnya sebagai kulineran ciri khas Semarang. Tetapi, makanan berkuah ini banyak juga di ketemukan di Jogja. Satu diantaranya di warung Sowak yang ada di Jalan Super, Condongcatur, Depok, Sleman. Makanan ini sebagai menu makan pagi yang disukai karena rasanya nikmat dan fresh. Apa lagi kuahnya yang warna cokelat kekuningan.

Kuliner Tradisional Jogja

Tersebut kulineran tradisionil yang sedap dan buat ketagihan. Mudah-mudahan info ini dapat menolongmu untuk berekreasi kulineran. Maka kapan nih berlibur ke Jogja?

Bagikan ke Teman Liburan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :