Mau Mendaki Gunung Kembang? Ini 5 Hal yang Wajib Anda Tau Sebelum Berangkat ke Wonosobo – Persiapkan dengan Matang!

/
/
/
222 Views
img
Bagikan ke Teman Liburan
Terima Kasih Bintangnya 🙂
[Total: 0 Average: 0]

Selain dua gunung kembar Sindoro dan Sumbing, serta gunung Prau yang populer, ternyata masih ada satu gunung lainnya di Wonosobo yang recommended untuk anda daki, lho. Bernama gunung Kembang, anda sanggup memulai pendakian gunung ini berasal dari base camp Blembem atau base camp Lengkong.

Gunung Kembang
Photo by @budi_way

Namun, jangan lihat sebelah mata ya, guys. Sebab, meskipun tergolong gunung pendek, gunung ini memiliki trek yang cukup bikin dengkul menangis.

Gunung Kembang
Photo by @nufa_27

Biar gak penasaran, langsung catat saja yuk 5 keterangan selanjutnya jika kamu berminat mendaki Gunung Kembang.

1. Merupakan anak Gunung Sindoro

Bagi kamu yang tetap awam dengan gunung Kembang, letak gunung ini rupanya persis bersebelahan bersama gunung Sindoro. Sehingga gak heran terkecuali warga setempat dan kalangan pendaki menjuluki gunung Kembang sebagai anak atau adik gunung Sindoro.

Gunung Kembang
Photo by @cindykcindy

Ketinggian gunung berikut sendiri waktu ini tercatat 2.340 mdpl. Konon kabarnya, tinggi gunung ini mengalami kenaikan setiap th. akibat kegiatan vulkanik gunung Sindoro.

3. Bukan Gunung untuk Pemula

Sebagai gunung yang memiliki ketinggian kurang dari 2.500 mdpl, bukan bermakna gunung Kembang gampang untuk didaki. Pasalnya, jalur di gunung ini mempunyai trek yang konsisten menanjak dan jalan diselimuti akar pohon di beberapa titik. Sebab itulah, gunung ini tidak cukup dianjurkan untuk pendaki-pendaki pemula.

Gunung Kembang
Photo by @bagssrr

Selama pendakian, jangan pernah mengharap “bonus”. Karena tanah datar hampir gak bakal anda jumpai di sepanjang jalan menuju puncak gunung. Perlengkapan seperti trekking pole dan sepatu gunung yang safety kudu terlampau anda perhatikan.

3. Gunung dengan Ketentuan Pendakian yang Ketat

Yang bikin gunung Kembang ini keren adalah pengelola memberlakukan aturan yang amat ketat, terutama soal barang bawaan para pendaki. Sebelum kamu diizinkan mendaki, semua barang bawaanmu wajib lapor dan dicatat bersama detail. Bahan makanan sachet-an harus dibuka satu per satu dan dibungkus dalam satu wadah.

Gunung Kembang
Photo by @mas_kha_11

Pun kamu gak boleh bawa air mineral kemasan. Sebagai gantinya, anda mampu membeli atau menyewa jeriken air berkapasitas 2 liter untuk dibawa naik gunung Kembang.

Photo by @ahmad_eross

Nah, seturunnya kamu berasal dari mendaki, kamu perlu melaporkan lagi barang bawaan yang anda bawa ke atas. Kalau jumlahnya kurang dari catatan awal saat kamu mengawali pendakian, bermakna anda udah meninggalkan sampah di gunung.

Photo by @rizka_nafila

Konsekuensinya anda diharuskan kembali ke gunung untuk menyita sampah tersebut atau denda sebesar Rp1 jutaan per satu model sampah yang tertinggal. Wah, amat ketat, ya?

4. Hanya Boleh Mendirikan Tenda di Puncak Gunung Kembang

Berbeda dari gunung pada umumnya di mana spot puncak gak diizinkan untuk mendirikan tenda, anda justru direkomendasikan untuk hanya berkemah di puncak.

Photo by @ida.setyawan

Konon, bermalam di area hutan gunung Kembang adalah suatu pantangan dikarenakan sebagian kali terjadi perihal mistis pada para pendaki yang nekat mendirikan tenda di pos-pos yang ada.

Karena itulah, anda sebaiknya cuma berkemah di puncak gunung ini, ya. Tenang, puncak gunung ini miliki tempat yang terbilang luas dan datar sehingga bisa menampung banyak tenda pendaki.

Photo by @wakane_bramm

Durasi pendakiannya sendiri berasal dari base camp menuju puncak sekitar 5-7 jam, bergantung terhadap ritme kakimu dan suasana cuaca sepanjang anda mendaki. Jika cuaca tiba-tiba hujan lebat, tentu dapat menyebabkan durasi pendakianmu bertambah lama.

Photo by @fhiiynt_

Di puncak gunung Kembang inilah, nantinya anda bakal memandang bersama dengan sadar deretan gunung-gunung lain yang cantik. Mulai berasal dari gunung Sindoro yang tepat berada di samping puncak gunung Kembang, gunung Sumbing, gunung Prau, gunung Merapi, gunung Merbabu, hingga gunung Slamet.

5. Serangan Babi Hutan di Gunung Kembang

Satu perihal lagi yang mesti kamu catat, yakni adanya serangan babi hutan di kala malam. Kawanan babi hutan ini kerap mengincar makanan para pendaki. Karena itulah, mutlak bagimu untuk mengamankan bekal logistikmu di area yang gak terjangkau babi hutan. Bungkuslah rapat-rapat sehingga aromanya gak mampu tercium oleh babi hutan.

Photo by @muhlis.skay__

Usahakan selalu menghabiskan makanan yang sudah anda masak, supaya gak ada food waste yang mampu menarik kehadiran babi hutan ke tendamu.

Nah, itulah beberapa info mutlak yang harus kamu menyimak selagi akan mendaki gunung Kembang. Ingat, sebanyak apa pun pengalaman naik gunung yang sudah kamu miliki, tetaplah mempersiapkan pendakianmu sebaik mungkin. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke Teman Liburan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :